+6288808618888 Senin - Sabtu, 08:00 - 15:00

Indonesia memeriahkan komunitas global di Pameran Dunia 2020 Dubai

Indonesia adalah rumah bagi beberapa tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, dengan 11 persen spesies tumbuhan dunia ditemukan di hutan-hutan tropis di berbagai wilayahnya.

Ada sekitar 30 ribu spesies tumbuhan, sebagian besar merupakan rempah-rempah.

Rempah-rempah adalah bagian tanaman yang memiliki cita rasa atau aroma kuat. Rempah digunakan dalam makanan untuk menambah rasa.

Rempah juga sering digunakan untuk keperluan serupa, seperti pengolahan tanaman obat serta menambah citarasa pada sayuran dan buah kering.

Ada banyak jenis rempah yang tumbuh di berbagai belahan dunia, namun Indonesia dianugerahi keberagaman rempah yang melimpah.

Rempah juga menjadi salah satu alasan penjelajah Portugis, Vasco da Gama, berlayar ke Maluku. Seorang penjelajah Belanda yang terinspirasi dari perjalanan da Gama akhirnya mengunjungi Ambon dengan alasan yang sama.

Namun, menurut catatan sejarah, rempah bukan hanya komoditas, tetapi juga faktor penting dalam sejarah peradaban global.

Rempah-rempah memiliki makna penting bagi manusia, karena berperan besar dalam perkembangan ekonomi, sosial budaya, dan politik di tingkat lokal maupun internasional.

Latar belakang historis itulah yang mendorong Indonesia mempromosikan komoditas rempah Nusantara agar semakin dikenal dunia.

Dengan adanya World Expo 2020 Dubai, Indonesia memiliki kesempatan emas untuk memperkenalkan kembali rempah Nusantara kepada komunitas global.

Dalam acara tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan berbagai rempah Nusantara melalui beragam pendekatan.

Jahe, kunyit, cengkih, bunga lawang, lengkuas, lada, pala, ketumbar, dan kemiri yang tertanam dalam resin bening di sepanjang peta Indonesia menyambut para pengunjung.

Sambil menikmati pameran rempah melalui seni resin, pengunjung dapat mendengarkan penjelasan audio tentang apa itu rempah dan perannya dalam sejarah perdagangan Indonesia.

Indonesia juga menjalankan program “Spice Up The World” yang merupakan kerja sama lintas sektor antara kementerian dan lembaga untuk mempromosikan rempah dari hulu ke hilir.

Program ini dilaksanakan karena masih minimnya pengakuan terhadap rempah asli Indonesia, meskipun memiliki cita rasa yang khas dan potensi pasar yang besar.

Berdasarkan permintaan pasar luar negeri, Indonesia baru mampu memenuhi 0,67 persen kebutuhan rempah di Afrika dan sekitar 3,87 persen kebutuhan di Australia.

Pada acara National Day Indonesia di Dubai Expo 2020 yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Indonesia meluncurkan program “Spice Up The World” disertai pertunjukan budaya yang memukau.

Peluncuran tersebut diharapkan dapat meningkatkan perdagangan rempah Indonesia.

Nilai ekspor rempah yang mencapai US$1 miliar pada 2020 ditargetkan dapat berlipat ganda pada 2024.

Pada saat yang sama, pemerintah Indonesia mengumumkan jumlah restoran Indonesia di luar negeri meningkat menjadi 4.000, dari 1.021 pada tahun sebelumnya.

Menurut data Kementerian Perdagangan, ekspor rempah Indonesia pada periode Januari–Agustus 2021 mencapai US$499,1 juta.

Nilai tersebut tumbuh 12,88 persen dibandingkan periode yang sama 2020. Produk rempah yang diekspor meliputi pala, cengkih, lada putih, kayu manis, dan kapulaga. Negara tujuan utama adalah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Vietnam, dan Belanda.

Program yang dijalankan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini merupakan kerja sama lintas kementerian dan lembaga, dengan negara sasaran Australia dan beberapa negara Afrika, meskipun tidak menutup peluang ekspor ke negara lain.

“Atas nama Indonesia, kami merasa terhormat dapat berbagi sejarah, budaya, aspirasi, dan tentu saja kuliner Indonesia yang kaya dan lezat,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat peluncuran.

Heru S

“Tanpa semangat, kamu tidak memiliki energi, dan tanpa energi, kamu tidak memiliki apa-apa.”